Penerbit: Next Book, 2018
Buku ini membahas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan dan peningkatan mutu pendidikan. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa sekolah bukanlah lembaga yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari masyarakat. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola sumber daya internal, tetapi juga oleh sejauh mana sekolah mampu membangun hubungan, komunikasi, kemitraan, dan partisipasi dengan masyarakat.
Pembahasan diawali dengan konsep dasar manajemen pendidikan, meliputi pengertian manajemen, manajemen sebagai ilmu, seni dan profesi, fungsi manajemen, serta pengelolaan berbagai bidang kegiatan pendidikan. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan menjadi dasar penting agar penyelenggaraan pendidikan berlangsung efektif dan efisien. Manajemen sekolah kemudian ditempatkan sebagai proses pemberdayaan dan pengelolaan seluruh sumber daya sekolah dengan berlandaskan akuntabilitas, partisipasi, dan keberlanjutan.
Selanjutnya, buku menguraikan mutu pendidikan beserta perspektif, dimensi, standar, pengendalian mutu, mutu pembelajaran, kepemimpinan pendidikan, hingga konsep Total Quality Management (TQM). Mutu dipandang bukan sebagai hasil yang dicapai sekali, melainkan sebagai proses perbaikan yang terus-menerus dengan melibatkan seluruh unsur organisasi. Pendekatan tersebut menjadi landasan untuk membangun pendidikan yang berorientasi pada kualitas dan kepuasan para pemangku kepentingan.
Bagian penting buku ini membahas masyarakat dan sekolah. Sekolah dipandang sebagai sistem terbuka yang membutuhkan dukungan lingkungan sosialnya. Hubungan sekolah dan masyarakat bukan sekadar hubungan administratif, tetapi merupakan kerja sama untuk menjawab kebutuhan pendidikan sekaligus kebutuhan masyarakat. Masyarakat dapat berkontribusi melalui dana, tenaga, sarana, gagasan, konsultasi, pelaksanaan kegiatan, bahkan ikut dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, masyarakat idealnya tidak hanya menjadi penerima kebijakan sekolah, tetapi menjadi mitra sejajar dalam memajukan pendidikan.
Buku kemudian mengupas partisipasi masyarakat dalam pendidikan, mulai dari pengertian, bentuk, tingkat, faktor yang memengaruhi, hingga strategi untuk mendorongnya. Partisipasi memiliki tingkatan yang beragam, dari keterlibatan pasif hingga masyarakat memiliki kekuasaan dalam pengambilan keputusan. Faktor seperti usia, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, kepercayaan diri, solidaritas, tanggung jawab sosial, kesempatan berpartisipasi, komunikasi, serta kondisi sosial dan budaya turut menentukan kualitas partisipasi masyarakat.
Penulis menekankan bahwa partisipasi yang sehat harus dibangun atas dasar kemitraan, manfaat bersama, pemberian ruang untuk menyampaikan aspirasi, keterbukaan, transparansi, saling percaya, akuntabilitas, serta penyediaan informasi yang benar dan tepat waktu.
Gagasan tersebut dikembangkan melalui konsep Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Masyarakat. Pendidikan berbasis masyarakat diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat dalam menentukan, mengelola, dan mengembangkan layanan pendidikan sesuai kebutuhan lokal. Implementasinya mencakup perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, serta pelaksanaan program yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses peningkatan mutu.
Pada bagian akhir, buku membahas manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat atau humas sekolah. Humas tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman, kepercayaan, dukungan, dan kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah dengan masyarakat. Hubungan yang baik memungkinkan sekolah memperoleh dukungan moral, finansial, tenaga, sarana, sekaligus masukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan.
Secara keseluruhan, buku ini menawarkan pemikiran bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah perlu membuka diri, masyarakat perlu diberdayakan, dan hubungan keduanya harus dibangun melalui kemitraan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan manajemen partisipasi masyarakat yang baik, sekolah diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan perkembangan kehidupan sosial.
