Dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam


Penulis: Dr. H. Nur Khoiri, M.Ag.
Penerbit: SEAP, 2018

Buku ini membahas konsep, teori, prinsip, serta praktik manajemen dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Buku ini memberikan pemahaman bahwa manajemen bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi merupakan ilmu, seni, profesi, dan ilmu terapan yang diperlukan untuk mengelola berbagai sumber daya secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan. Manajemen dipandang sebagai bidang ilmu yang sistematis, logis, empiris, dapat dipelajari, dan dikembangkan melalui teori maupun pengalaman praktik.

Pembahasan diawali dengan berbagai pandangan tentang manajemen dan pendidikan Islam. Manajemen dikaji sebagai sains, seni, profesi, dan applied science. Sebagai ilmu, manajemen memiliki teori, metode, objek, sistematika, serta prinsip yang dapat dipelajari dan diterapkan. Sebagai seni, manajemen membutuhkan kecakapan, kreativitas, pengalaman, intuisi, dan kemampuan berkomunikasi dalam menggerakkan manusia untuk mencapai tujuan organisasi. Sementara sebagai profesi, manajemen menuntut keahlian, kompetensi, integritas, dedikasi, kode etik, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Dalam perspektif Pendidikan Islam, manajemen tidak dapat dilepaskan dari landasan filosofis Islam. Falsafah Pendidikan Islam diarahkan pada upaya membekali manusia dengan ilmu pengetahuan agar mampu mengenal dirinya, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah Allah. Dengan demikian, pengelolaan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga pada pembentukan manusia yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual.

Buku ini kemudian menguraikan kerangka konsep dan perkembangan teori manajemen, dilanjutkan dengan berbagai pendekatan dalam manajemen pendidikan Islam, seperti pendekatan organisasi klasik, birokratik, neo-klasik, dan modern. Selanjutnya dibahas fungsi, prinsip, tujuan, dan ruang lingkup manajemen pendidikan serta penerapannya dalam praktik. Ruang lingkup tersebut mencakup manajemen kurikulum, peserta didik, pendidikan, serta efisiensi biaya pendidikan.

Aspek kepemimpinan pendidikan memperoleh perhatian penting. Buku membahas pengertian, fungsi, tipologi, teori kepemimpinan, strategi kepemimpinan yang efektif, serta peran kepala sekolah sebagai leader, manager, administrator, dan educator. Kepemimpinan ditempatkan sebagai salah satu unsur penting dalam mengarahkan organisasi pendidikan agar mampu mencapai tujuan secara efektif.

Pembahasan selanjutnya diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan melalui konsep Total Quality Management (TQM), Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (MPMPBS), dan Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Masyarakat (MPMPBM). Dalam perspektif TQM, mutu pembelajaran menjadi bagian penting dari pendidikan yang bermutu. Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh interaksi guru dan peserta didik, bahan ajar, fasilitas, kurikulum, manajemen sekolah/madrasah, serta kondisi sosial dan budaya lingkungan pendidikan. Peningkatan mutu dilakukan secara berkelanjutan melalui komitmen, kerja sama, pendekatan ilmiah, pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan.

Buku ini juga memberikan perhatian besar terhadap manajemen peserta didik. Peserta didik ditempatkan sebagai salah satu unsur penting dalam sistem pendidikan. Pengelolaannya meliputi perencanaan kebutuhan, penerimaan dan seleksi, orientasi, penempatan, pencatatan, pelaporan, pelayanan bimbingan dan konseling, perpustakaan, kesehatan, hingga layanan penunjang lainnya. Tujuan utamanya adalah membantu peserta didik mengembangkan potensi diri secara optimal, membangun kemandirian, serta mempersiapkan mereka bagi kehidupan di masa depan.

Selanjutnya dibahas manajemen hubungan masyarakat (Humas) dan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat. Hubungan tersebut diarahkan untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan, memperoleh dukungan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik. Prinsip kesinambungan, kesederhanaan informasi, kelengkapan informasi, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaan hubungan tersebut.

Bagian akhir buku membahas manajemen sarana dan prasarana sekolah serta pendidikan sebagai pemasok tenaga kerja terdidik. Sarana dan prasarana dipandang sebagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran agar berlangsung secara lancar, efektif, teratur, dan efisien.

Secara keseluruhan, buku Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam membutuhkan pengelolaan yang sistematis, kepemimpinan yang efektif, pengembangan mutu secara berkelanjutan, pengelolaan peserta didik yang baik, hubungan harmonis dengan masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal. Buku ini dapat menjadi rujukan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip manajemen diterapkan dalam konteks pendidikan Islam sehingga lembaga pendidikan mampu berkembang, meningkatkan mutu layanan, dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas serta memiliki tanggung jawab keilmuan, sosial, dan keagamaan.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak