Penulis: Dr. H. Nur Khoiri, M.Ag (2018)
"Kapitalisme Kaum Santri" bukan sekadar sebagai istilah ekonomi, melainkan sebagai diskursus tandingan terhadap hegemoni modal asing yang cenderung kooptatif. Dalam konstelasi industri mebel di Jepara, terdapat anomali sosiologis yang menarik: ketika krisis moneter 1998 melumpuhkan berbagai sektor industri nasional di akhir era Orde Baru, industri mebel Jepara justru menunjukkan ketahanan yang eksponensial. Ketahanan ini tidak dipicu oleh injeksi modal materi semata, melainkan oleh apa yang disebut sebagai human invest (investasi manusia). Investasi ini mencakup kesiapan mental, pesan-pesan keagamaan (mau’izhah hasanah), dan semangat untuk maju (spirit for progress) yang berakar pada tradisi Islam santri. Kekuatan batiniah inilah yang menjadi benteng pertahanan ekonomi, mengubah aktivitas pertukangan menjadi sebuah ekosistem kapitalisme religius yang adaptif terhadap pasar global. Keunikan sosiologis ini memiliki akar genealogis yang mendalam, menghubungkan identitas pengrajin kontemporer dengan heritase sejarah yang membentuk karakter mereka.